Rabu, 21 Januari 2015

Kampus Elite Berhantu


 Ini adalah sebuah buku kumpulan cerpen horor. Buku ini berisi dua puluh lima cerita pendek yang mengisahkan kejadian-kejadian mengerikan dan penampakan-penampakan hantu. Kejadian-kejadian tersebut berlangsung di dunia kampus dan sekitarnya. Ada yang di ruang kelas, taman kampus, kos-kosan sekitar kampus, dan sebagainya.

Proses kreatif pembuatan buku ini lumayan unik. Saya sendiri (Alhamdulillah) tidak pernah melihat hantu dan saya tidak ingin melihatnya. Saya adalah seorang penakut. Namun ketika datang sebuah tawaran dari penerbit yang 'menantang' saya untuk membuat cerita horor, saya pun menyanggupi karena ini adalah sebuah eksplorasi untuk kemampuan menulis saya. Buku ini saya tulis selama kurang lebih satu setengah bulan dan selesai pada September 2013 namun baru terbit dan beredar toko-toko buku pada oktober 2014. Jika ada masukan, kritik, saran, dan komentar mengenai buku ini, saya akan sangat menghargainya.

Rabu, 21 Agustus 2013

Tontonan Rakyat Kita

AAAaaaa.... Jeritan penuh ketakutan membahana saat menonton film horor luar negeri.. Yang begini penontonnya sepi.. AAAHHHhhhh... Desahan penuh kenikmatan dan gelinjangan ketika menonton film horor Indonesia.. Pembeli karcisnya rela mengantri berjam-jam.. Sungguh aku cinta produk Indonesia.. Sedih, haru, tangis penuh filosofi mendidik sewaktu menonton drama luar negeri.. Yang begitu penontonnya sedikit.. Tangis, teriakan, bentakan, tamparan, adegan tak mendidik penuh ular-ular, naga-naga, kadal-kadal, siluman-siluman antah barantah.. Drama terlaris Indonesia.. Ditonton ibu-ibu yang kemudian sibuk menceritakannya sambil belanja di tukang sayur.. Ditonton anak-anak kecil yang mulai takut kacang panjang berubah jadi ular seperti yang ditontonnya.. Film-film berbobot dengan sedikit bumbu-bumbu sensual dicaci-maki.. Lebih baik tak usah ditampilkan di televisi.. Itu budaya Barat.. Film-film kacang penuh eksploitasi seks dengan sedikit kecap saos tobat dan ceramah.. Adegan-adegan kasar pada orang tua dengan secuil kisah kutukan.. Ayo tampilkan ramai-ramai.. Itu budaya kita.. Komedi-komedi cerdas penuh nilai moral tak lulus sensor.. Katanya terlalu banyak menampilkan wanita berdada bongsor.. Tonton sajalah lawakan sarkastik penuh makian fisik dan hinaan.. Seolah lupa yang mencipta fisik itu adalah Tuhan.. Ayo ayo.. Hina giginya yang maju, hina tubuhnya yang kurus, hina kepalanya yang botak, hina dia karena dia lelaki, bujuk saja dia jadi banci.. Semakin banyak kau hina, semakin banyak penonton suka, semakin banyak sponsor kasih rupiah.. Dan semakin banyak banci yang merasa dirinya lucu.. Wajah-wajah cantik, paras rupawan, syarat jadi bintang film.. Akting tak penting.. Cukup asal kau bisa sedikit menangis dan berteriak memaki.. Kalau tak bisa juga tak apa.. Ada sutradara khusus untukmu, asal kau rela sedikit buka baju.. Mereka pembuat film bagus di negeri ini harus tertatih.. Semakin lama semakin tersisih.. Tak jarang justru diprotes oleh orang yang risih.. Dul akhirnya berkelana.. Cemara beruntung dapat beasiswa lintas benua.. Tak sampai hati mereka melihat tontonan masyarakat sekitarnya.. Ah.. Sudahlah.. Percuma aku koar-koar begini.. Lebih baik nonton sajalah.. Tuh sinetron kesukaanku sudah mulai.. Cinta segitiga, perebutan warisan, dan si kembar yang tertukar waktu bayi.. Ada yang naik haji juga.. ART Yogyakarta, 15 Agustus 2013

Kamis, 15 Agustus 2013

Terima Kasih Koruptor

Terima kasih pada koruptor Kau telah membuka mata kami tentang pentingnya pendidikan Lebih-lebih pendidikan moral dan agama Kau telah menunjukka pada kami sebuah bukti bahwa kita harus lebih banyak bekerja daripada bicara Karena kau sedikit bicara, tapi tahu-tahu uang negara sudah hilang saja Terima kasih pada koruptor Sungguh pun di satu sisi kau membunuh, disisi lain kau menghidupi Kau membuat pemerintah terpaksa membangun KPK Walau aku tak tahu itu karena niat serius menghabisimu atau hanya untuk pencitraan diri saja Tapi pembangunan baru berarti kesempatan kerja baru Karena kerja orang dapat duit Karena duit orang bisa hidup Dan KPK membuat kami merasa bahwa setidaknya masih ada satu lembaga penegak hukum yang bisa dipercaya Terima kasih kepada koruptor Kau telah mengajari kami betapa besarnya dampak salah memilih pemimpin Meskipun kami tak sepintar kau, namun kami belajar Jangan karena gelar orang dipilih karena gelar bisa dibeli Jangan karena haji orang dipilih karena proyek Qur’an pun bisa ia korupsi Pilih orang yang otaknya dipakai dan hatinya ada nurani Terima kasih pada koruptor Kau membuat kami mengerti bahwa harta bukanlah tujuan hidup ini Untuk apa banyak harta kalau ujungnya masuk bui Kami tak mau banyak harta kalau rakyat menyumpahi Percuma banyak harta tapi selalu dikerjar wartawan- wartawati Koruptor-koruptor Kau adalah monumen hidup dalam sejarah negeri ini Peranmu dalam pembangunan negara sangat besar Walaupun dalam konotasi yang sangat negatif Maka izinkanlah aku mencaci makimu lewat puisi ini Terima kasih Sungguh terima kasih ART 21 JULI 2012

Senin, 13 Agustus 2012

LEWAT SAJAK AKU TERIAK

Lewat sajak aku teriak Menyuarakan tangis yang terisak Mewakili hati yang retak Membawa harga diri yang terinjak Memikul beban yang dipikul telak Oleh mereka yang tertawa terbahak Oleh mereka yang duduk di kursi enak Lewat sajak aku salurkan Bukan meremehkan para demostran Kini suara mereka jarang didengarkan Jadi lewat sajak kutumpahkan Mungkin masih ada yang memperhatikan Wahai para penguasa tahta Dengarkan suara para jelata Yang hidupnya harus melata Tak sepertimu bergelimang harta Para jelata juga rakyatmu Para jelata juga tanggung jawabmu Di akhirat mereka masuk timbanganmu Kenapa jelata bertambah di bawah pimpinanmu Ada satu rindu yang kuat Dimana nanti tak ada yang mau terima zakat Karena tak ada yang merasa melarat Seperti terjadi zaman sahabat Tapi kenapa di zamanmu kini Jumlah pengemis kian menjadi Kemiskinan menbumbung tinggi Yang lebih ironis lagi Yang kaya terima subsidi Yang kaya malah dibiayai Yang kaya pajaknya dipotongi Yang kaya hukumannya dikurangi Yang kaya tak mempan diadili Karena yang kaya berelasi pejabat tinggi Jangan wajahmu kau palingkan Jangan telingmu kau tulikan Jangan matamu kau butakan Jangan nurami kau matikan Bacalah dan dengarkan sajak yang kulantangkan Karena hanya lewat sajak aku teriak Karena hanya lewat sajak teriak Dan jangan kau bungkam sajakku karena topengmu ku koyak ART 22 JULI 2012

Kapan Kita Sejahtera?

Aaarrrgggghhhh!!!! Hebat! Aku benar-benar bangkit seperti kata si peramal. Masihkah aku di Indonesia? Apa kabar negara ini? Masihkah kemiskinan menjamur? Masihkah para penguasa berTuhankan uang dan kekayaan? Ah, tidak mungkin.. Tidak mungkin negara ini tetap begitu-begitu saja! Pasti sudah berubah.. Pasti rakyat sudah makmur dan sejahtera.. Pasti pembangunan berjalan lancar.. Pasti korupsi, kolusi, nepotisme, dan sejenisnya sudah ditumpas habis-habisan.. Pasti para pemimpinnya sudah tidak sakit jiwa lagi.. Pasti pemimpin sudah memberikan teladan pada rakyat.. Iya dong, “Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya.” Iya dong, “Bhinneka Tunggal Ika.” Ini sudah bukan zaman itu lagi.. Ini bukan zaman saat aku hidup dulu.. Aku siapa? Hah, wajar kau tak tahu. Aku ini sastrawan, tapi itu dulu waktu masih hidup. Aku dibunuh oleh para pemimpin di masaku.. Aku dibunuh karena karya-karyaku mengkritik mereka para elit berduit.. Mau apa aku datang? Aku ini bangkit dari kubur untuk melihat dunia sekarang.. Ya, bangkit dari kubur, seperti yang dikatan si peramal itu.. Aku ingin melihat dunia yang sudah maju, sejahtera, dan dimakmurkan karena perilaku pemimpinnya.. Hei, kau! Tahun berapa ini? Tahun 3012? Ya, tepat seribu tahun setelah kematianku.. Tepat seperti yang dikatakan si peramal itu.. Lihatlah! Benar sekali kata si peramal. Lihat bajumu, bajunya, baju mereka! Lihat rumah itu! Ah, apa itu benar-benar rumah? Gila, di zamanku, yang sebesar itu bisa jadi mall. Lihat! Semua rumah di sini seperti itu. Rakyat benar-benar makmur. Lihat, kandang anjingnya pun sebesar rumahku dulu. Itu apa? Yang di sebelah kandang anjing itu. Oh, pohon. Luar biasa! Alam pun sudah maju dengan ekosistemnya yang tertata. Lihat kera-kera di pohon-pohon itu! Betapa mereka pun hidup rukun di sana. Tapi kenapa kera-kera itu besar sekali ukurannya? Apa? Mereka bukan kera? Jadi mereka itu apa? Manusia? Apa? Kenapa mereka di sana? Gila!!! Jadi mereka itu manusia, rakyat Indonesia? Kenapa mereka tidak pakai baju? Hah. Hanya pejabat dan keluarganya saja yang boleh pakai baju? Jadi rumah yang besar-besar ini bukan rumah rakyat? Ini semua rumah pejabat! Beserta keturunan para pejabat yang bahkan belum dilahirkan dan belum direncanakan untuk dilahirkan? Gila!!! Ini bahkan jauh lebih gila dari pada di zamanku dulu.. Hei. Hoi, Peramal! Mana? Katamu tahun ini Indonesia bisa jaya. Katamu Indonesia bisa sejahtera. Mana buktinya? Hei.. hei.. hei.. Kenapa bumi berguncang? Hei.. hei.. hei.. Kenapa tiba-tiba banyak gunung yang meletus? Apa ini? Kenapa begini? Ah! Aku mengerti. Aku kira ini sudah sore, ternyata masih pagi. Matahari sudah di barat. Hoi, peramal. Aku mengerti. Indonesia baru bisa sejahtera kalau sudah kiamat. Iya, kan? Diselesaikan 16 Juni 2012 Banyuasin, ditulis ulang dan diedit 26 Juni 2012

NYANYIAN KAMPANYE

Ayo semuanya ambil nada tinggi, siapkan suara, dan kita bernyanyi! Ayo ayo pilihlah kami Kami akan memberantas kemiskinan,katakanlah itu dengan suara lantang Lalu katakan di dalam hati bahwa kami benar-benar akan memberantas rakyat yang miskin dengan seberantas-berantasnya Ayo-ayo pilihlah kami Kami katakan dengan lantang, kami akan mengurus orang-orang yang kelaparan Kemudian kami katakan dalam hati, kalian para orang yang kelaparan akan semakin lapar dan kurus Jadi mudah saja bagi kami untuk semakin munguruskan kalian yang kelaparan.. caranya:biarkan dan tak usah diurus.. Ayo ayo pilihlah kami Katakanlah pada mereka bahwa kita akan mengatasi banjir Lalu katakan dengan suara yang tak terdengar Banjir sekarang bisa mencapai satu meter, dibawah kepemimpinan kami, Banjir itu akan jadi 2 meter dengan demikian kami akan berhasil meng-atas-i banjir. Ayo ayo semuanya ambil nada tinggi, siapkan suara, dan kita bernyanyi! Ayo ayo siapa mau ikut ber nyanyi Tak perlu suaru bagus, yang penting harus bisa membunuh hati nurani Tak perlu berbakat menyanyi, yang penting urat malu harus dibuang jauh Lalu ikutlah bernyanyi bersama kami Do re mi dan do re mi lagi Ayo ayo pilihlah kmai Katakan dengan suara lantang, kalian tak akn menyesal memilih kami Lalu katakan dalam hati,kalian menyesal karena bahkan kalian takkan punya cukup waktu menyesali pilihan kalian.. Setelah kami terpilih nanti Kami akan berusaha agar modal kembali Karena ternyata modalnya besar untuk bernyanyi Peduli setan dengan kalian yang memilih Salah sendiri kenapa pilih kami Kawan duet bernyanyi pun bisa kami bantai Kalau ia nanti sudah tak dibutuhkan lagi Tapi sekali lagi, kalian takkan sangat menyesali.. ART 27 JULI 2012

Selasa, 08 Mei 2012

Rindu karena Tuhan

Andaikan rindu bermassa, aku takkan mampu berjalan sambil memikul rinduku padamu.. Andai sayang bernada, aku yakin takkan ada musisi yang mampu mengaransemen keindahan sayangku padamu.. Andai cinta berwarna, aku yakin takkan ada seniman yang mampu melukis tulus cintaku padamu.. Yang terpenting adalah kau merasakan yang aku rasa: cinta dan kasih sayang yang menimbulkan rindu karena Tuhan.. Banyuasin, April 2012